Facial Recognition, Teknologi Pengenal Wajah Yang Semakin Sulit Ditipu

iPhone bukan satu-satunya perangkat yang mengaplikasikan pemindai wajah untuk verifikasi


Rilisnya iPhone terbaru yang dilakukan  belum lama ini telah telah berhasil menyedot perhatian dari masyarakat  terutama para pengguna produk Apple yang terkenal setia. Salah satu fitur andalan yang menjadi ‘jualan’ mereka adalah kemampuan iPhone X yang bisa membuka kunci hanya dengan melihat ke arah layar alias Face  ID. 

Deteksi wajah untuk membuka kunci smartphone sebenarnya sudah diaplikasikan sebelumnya oleh Samsung pada produk smartphone-nya yang dirilis awal tahun ini yaitu Galaxy S8. Tetapi, apa sih sebenarnya teknologi pengenalan wajah dan kenapa teknologi ini menjadi sangat penting.

Apa itu biometric scanning?

Facial recognition sendiri termasuk dalam kategori pengenalan secara biometric yang artinya pengenalan seseorang dilakukan secara otomatis berdasarkan karakter fisiologi manusia atau tingkah laku. 

Selain melalui pengenalan wajah, pemeriksaan secara biometric juga bisa dilakukan dengan memidai iris mata, sidik jari, bahkan suara. Semua ketegori biometric ini bisa digunakan untuk berbagai macam hal  yang membutuhkan verifikasi. Contoh paling sederhana yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah mesin absen dan fitur buka kunci yang menggunakan sidik jari.

Pemindaian biometric bisa dikatakan solusi paling terjamin dan aman saat ini untuk verifikasi maupun transaksi. Setiap orang terlahir dengan ciri fisik berupa sidik jari, iris mata ataupun suara yang tidak akan pernah sama dengan orang  lain dan sangat sulit sekali untuk dipalsukan.

Teknologi pengenalan wajah yang dihadirkan oleh iPhone X dikatakan memiliki tingkat keamanan yang sangat  tinggi dan tidak bisa ditipu dengan menggunakan foto. Menurut Apple, kemampuannya dalam mengenali wajah yang dilakukan dengan menggaplikasikan cahaya infra merah untuk memetakan wajah secara 3D adalah teknologi yang aman dan tidak bisa ditembus dengan mudah.

Sebelum pengumuman iPhone dilakukan, Alibaba bahkan sudah terlebih dahulu mengaplikasikan verifikasi pembayaran digital dengan menggunakan wajah. Melalui Ant Financial, Alibaba menghadirkan layanan 'smile to pay' dimana kita hanya perlu tersenyum untuk melakukan pembayaran. Saat ini, alat yang bisa mengenali wajah untuk pembayaran sudah beroperasi di KFC yang berada di kota Hangzhou.

Kemampuan pengenalan wajah milik Ant Financial ini terbilang canggih karena bisa  mengenali wajah pengguna Alipay walaupun menggunakan wig, make up tebal, maupun sedang berada di dalam kerumunan orang banyak.

Verifikasi Wajah Untuk Keamanan

Saat ini, pengenalan wajah juga berperan  penting untuk mengenali para kriminal atau teroris yang akan masuk ke  dalam sebuah negara. Perusahaan asal Jepang yang terkenal dalam bidang teknologi, NEC baru saja memperkenalkan teknologi pengenalan wajah yang  akan digunakan di tiga bandara di Jepang, Narita, Chubu, dan Kansai. Yang menarik dari alat buatan NEC ini, pengunjung yang datang ke Jepang akan diverifikasi wajahnya dengan mencocokan foto yang digunakan pada  passpor mereka. 

Kecanggihan teknologi buatan NEC yang menjadi daya tarik utama adalah kemampuannya mengenali wajah walaupun mereka menggunakan kacamata, merubah ekspresi  wajah, bahkan perubahan wajah karena menua. Rencana kedepannya, kita  tidak perlu lagi membawa passpor saat ingin berkunjung ke negara lain  karena data sudah bisa langsung di verifikasi melalui wajah.

Sebenarnya ini bukanlah kali pertama Jepang menganilisis wajah untuk melakukan verifikasi. Bagi pemiliki annual pass Universal Studios Japan, mereka tidak perlu lagi menunjukkan tiket pada saat masuk wahana, cukup dekatkan wajah ke alat yang tersedia untuk verifikasi dan bisa langsung menikmati permainan yang ada.

Selain itu, alat penjual minuman otomatis yang tersedia di berbagai penjuru Jepang juga menggunakan pemindai wajah untuk  mengenali konsumen mereka. Melalui sebuah kamera yang tersemat di mesin tersebut, para konsumen akan dideteksi perkiraan umur dan jenis kelamin  lalu dicocokan dengan kondisi cuaca saat itu untuk diberikan rekomendasi minuman yang tepat. Contohnya saja ketika cuaca sedang panas, kita akan direkomendasikan untuk membeli jenis minuman dingin tertentu yang digemari oleh konsumen pada kategori umur kita.

Mungkin  saat ini identifikasi biometric masih belum bisa benar-benar digunakan secara umum dalam masyarakat. Tetapi, kedepannya pengenalan biometric akan menjadi teknologi yang vital dalam proses transaksi maupun verifikasi yang lebih mudah, cepat, aman, dan terpercaya.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

LOL LOL
0
LOL
Sedih Sedih
0
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Takut Takut
0
Takut
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF

Send this to a friend