Ryan Gondokusumo Populerkan Profesi Freelance Melalui Sribu & Sribulancer

Kita bisa menemukan solusi kebutuhan perusahaan melalui kedua platform crowdsourcing ini


Sumber Gambar: https://www.hitsss.com/

Saat ini rasanya tidak akan terlalu sulit untuk menemukan penyedia jasa kreatif di Indonesia. Kemajuan teknologi internet membuat semua orang bisa mempromosikan talenta dan kemampuannya kepada semua orang.

Salah satu crowsourcing yang bergerak dibidang penyedia jasa kreatif pembuatan desain ternyata ada yang berasal dari Indonesia. Startup bernama Sribu yang muncul sebagai solusi kebutuhan desain perusahaan.

Melalui platform ini kita akan diberikan lebih dari 50 desain yang bisa dipilih untuk digunakan mulai dari kebutuhan logo hingga kemasan. Bahkan perusahaan hanya perlu membayar 1 buah desain yang terpilih saja untuk dibayar.

Crowdsourcing bernama Sribu ini dibentuk oleh Ryan Gondokusumo yang mendapatkan ide karena mengalami kesulitan dalam pembuatan desain. Keluarga Ryan sebenarnya adalah pemilik retail makanan cepat saji di Indonesia yang bernama California Fried Chicken (CFC). 

Ketika Ryan diminta untuk membuatkan sebuah desain kalender yang akan digunakan untuk CFC, desain yang dibuatnya ternyata ditolak oleh keluarganya sendiri. Akhirnya dia membuat sebuah kompetisi desain kalender dengan smartphone sebagai hadiahnya. Dari sinilah dia mendapatkan ide untuk membuat Sribu dengan konsep yang sama.

Seperti yang diketahui bersama, menelurkan sebuah ide bukanlah hal yang sulit, tapi bagaimana cara membuat ide tersebut menjadi sebuah bisnis yang menghasilkan adalah tantangan terberatnya. Butuh waktu hingga 3 bulan sebelum Ryan mendapatkan pelanggan pertamanya. Dengan berbekal pengalaman tersebut, Ryan langsung menemukan inti masalahnya dan membenahi bisnisnya hingga seperti saat ini.

Dalam kurun waktu 6 bulan, Ryan langsung mendapatkan 30 pelanggan lain yang diantaranya adalah DHL, Baidu, dan Pertamina. 

Di tahun 2012, Sribu  mendapatkan pembiayaan pertamanya melalui East Ventures. Dua tahun  setelah itu, sebuah perusahaan Jepang beranama Infoteria membeli saham Sribu yang akhirnya membuat Ryan bisa mengembangkan platform freelancer lainnya bernama Sribulancer.

Menurut Ryan, ide dari Sribu yang hanya mengakomodir kebutuhan desain grafis untuk logo, kartu nama ataupun kemasan terlalu sempit. Inilah dasar mengapa dia melanjutkan langkahnya dengan membuat Sribulancer yang diharapkan dapat melengkapi kebutuhan lainnya dari perusahaan mulai dari kebutuhan website hingga sosial media marketing. Hingga saat ini, perusahaan miliknya telah mengakomodir kebutuhan lebih dari 7000 pelanggan yang diantaranya adalah Go-Jek, Google dan Traveloka.

Melalui startup buatannya ini, Ryan secara tidak langsung juga sudah mengenalkan istilah freelancer yang belum umum di Indonesia. Karena seperti yang kita sadari, pekerjaan dengan jam kerja 9-5 sudah mulai menghilang dengan perlahan. Dan inilah langkah Sribu dan Sribulancer untuk mengakomodir kebutuhan ekonomi yang tidak pernah berhenti.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

LOL LOL
0
LOL
Sedih Sedih
0
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Takut Takut
0
Takut
Terinspirasi Terinspirasi
1
Terinspirasi

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF

Send this to a friend