Jejak Inspirasi Liliyana Natsir Yang Memutuskan Gantung Raket, #ThankYouButet

Inspirasi, motivasi, dan idola yang luar biasa untuk indonesia


0
Share via
14 shares

Sumber Gambar: http://www.siarandepok.com/


Pebulutangkis wanita ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir akhirnya mengumumkan gantung raket pada hari Minggu lalu (27/1/2019). Salam terakhirnya sebagai atlet diberikan pada gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2019 sebelum pertandingan Final digelar. Walaupun pada ajang tersebut pasangan ranking 4 dunia bersama dengan Tontowi Ahmad ini gagal di partai Final setelah kalah melawan Zheng Siwei/Huang Yaqiong asal China, namun Butet (panggilan Liliyana) puas dengan hasil tersebut.

Perasaan bangga mengiringi salam terakhirnya dilapangan. Semua ini karena Butet telah memberikan kebanggan luar biasa bagi Indonesia. Wanita kelahiran Manado, 9 September 1985 ini telah berkarir selama 24 tahun sebagai atlet bulutangkis. Selama karirnya, Butet telah bermain dengan dua pasangan yang berbeda yaitu Nova Widianto dan diteruskan oleh Tontowi Ahmad sejak 2010.

Perjalanan karirnya telah dimulai sejak SD dimana Butet tergabung dalam klub bulutangkis Pisok di Manado. Kerja keras dan kecintaan membuatnya pindah ke Jakarta untuk bergabung dengan PB Tangkas di umur 12 tahun. Tiga tahun setelah kepindahannya, Butet akkhirnya bergabung dengan Pelatnas dan mulai menjalani karirnya sebagai atlet Nasional.

Di awal karirnya, Butet dipasangkan dengan Vita Marissa pada nomor ganda putri. Namun dibawah arahan pelatih Richard Mainaky, Dia mulai berpasangan dengan Nova Widianto yang terpaut 8 tahun untuk berlaga di nomor ganda campuran hingga 2009. Pasangan Nova-Lilyana berhasil menyabet sederet penghargaan seperti Singapore Open (2004), SEA Games (2005, 2007), Juara Dunia di Amerika Serikat (2005), Juara Taiwan Open (2006), Indonesia Open (2005) dan Runner-Up All England Open Super Series (2008).

Dari surat terbuka yang disampaikan oleh Tontowi Ahmad, sebenarnya dia sudah merasa cocok dengan Greysia Polii yang telah dipasangkan selama beberapa bulan. Namun, Richard Mainaky yang saat itu menjadi pelatih ganda campuran memutuskan bahwa dia harus berpasangan dengan Butet sepeninggalan Nova yang pensiun di usia 35 tahun. Keputusan ini sebenarnya dinilai mengagetkan mengingat masih banyak atlet senior lainnya yang lebih cocok dipasangkan dengan orang sekelas Butet apalagi pasangan Nova-Liliyana adalah idolanya.

Pertandingan pertama pasangan baru ini adalah Macau Grand Prix Gold dimana Tontowi merasakan betul bahwa Butet adalah seorang senior yang memberikan motivasi walaupun tanpa banyak bicara. Selanjutnya, pasangan ini berlanjut ke Asian Games 2010 namun hasilnya kurang bagus. Setelah satu tahun bermain bersama, pasangan Owi-Butet akhirnya berhasil meraih hasil memuaskan pada gelar bergengsi All England 2012. 

Sejak saat itu, pasangan Owi-Butet mengalami naik turun karena berbagai hal. Bahkan mereka sempat dipisahkan dan dicoba dengan pasangan lain karena ada komunikas kurang baik yang terjadi selepas Asian Games 2015. Tapi momen inilah yang menurut Owi dan Butet bahwa mereka tidak bisa dipisahkan. "Mungkin dari perputaran pasangan itu akhirnya kami sadar kami tidak bisa dipisahkan. Kami itu satu. Apalagi saya, saya membutuhkan Ci Butet. Saya membutuhkan Ci Butet dan mungkin Ci Butet juga berpikir jika bukan bersama saya hasilnya belum tentu bagus," begitu kata Owi.

Sebelum menyatakan pensiun, Liliyana Natsir telah menyumban 52 gelar dunia mulai dari, All England, Sea Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, Hingga Medali Emas Olimpiade. 

Setelah menyatakan pensiun, Liliyana Natsir memutuskan untuk bergabung sebagai Apartur Sipil Negara (ASN). Sebelumnya Dia telah ikut ujian kompetensi dan lulus dengan hasil memuaskan. Menurut Imam Nahrawi, Butet akan diberikan posisi spesial di bidang tenaga fungsional kepelatihan dan atlet yang berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. 

Butet juga sempat diundang untuk hadir ke Istana Negara Selasa lalu (29/12019) dan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo beserta Imam Nahrawi untuk memberikan salam perpisahan. Menurut Presiden Joko Widodo, yang kehilangan Liliyana bukan hanya Indonesia tetapi juga Dunia. Namun, kedepannya Presiden berharap bahwa Liliyana bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda agar bisa mengharumkan nama Indonesia. Bersamaan dengan ini juga, muncul berbagai reaksi masyarakat yang memberikan salam perpisahan  dan apresiasi melalui tagar #ThankYouButet yang digunakan di media sosial.

Terima kasih Liliyana atas semua yang diberikan untuk Indonesia hingga saat ini. Kini giliran para junior yang akan melanjutkan perjuangan!


Like it? Share with your friends!

0
Share via
14 shares

What's Your Reaction?

LOL LOL
0
LOL
Sedih Sedih
0
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
1
Senang
Takut Takut
0
Takut
Terinspirasi Terinspirasi
1
Terinspirasi

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Send this to a friend