“ARUNA” E-Commerce Terpadu Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan Dan Perikanan Di Indonesia

Startup ini didirikan karena adanya kesadaran akan potensi besar di bidang kelautan dan perikanan, tetapi belum adanya hasil yang optimal dari berbagai sektor.


Negara Indonesia yang dikenal sebagai salah satu negara kepulauan yang terbesar di dunia, memiliki jumlah pulau sekitar 17.508 buah pulau , dengan luas daratan negara Indonesia mencapai 1.9 juta km dan luas perairan laut tercatat sekitar 7.9 juta km².

Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas mencapai hingga 5,8 juta km2, dan dі dalam wilayah laut tеrѕеbut dikelilingi garis pantai ѕераnјаng 81.000 km, уаng merupakan garis pantai terpanjang kedua dі dunia ѕеtеlаh Kanada. Fakta inilah уаng membuktikan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dan maritim terbesar dі dunia.

Potensi yang besar dari sumberdaya kelautan di Indonesia juga tersebar di 11 wilayah pengelolaan perikanan dengan potensi pemanfaatan lestari mencapai sebesar 9,93 juta ton per tahun (Kepmen KP RI No.47 Tahun 2016) atau setara dengan nilai sebesar 29,80 milyar US dollar per tahun. Sektor perikanan menjadi sebuah peluang besar bagi para pelaku bisnis kaena merupakan salah satu penopang perekonomian Indonesia sampai saat ini.

Aruna adalah startup yang memfokuskan pada pengembangan platform pada industri perikanan dan kelautan. Startup ini didirikan oleh Farid Naufal Aslam sebagai President Director, Indraka Fadhlillah sebagai Operational Director dan Utari Octavianty sebagai General Director. Startup ini didirikan karena adanya kesadaran akan potensi besar di bidang kelautan dan perikanan, tetapi belum adanya hasil yang optimal dari berbagai sektor dalam mensejahterakan para nelayan dan memajukan kawasan pesisir laut.

Sejalan dengan industri 4.0, Aruna telah menjadi  e-commerce terpadu yang  mencakup dua produk utama, yaitu Integrated Fishery System (IFS) dan Fisheries E-Commerce. IFS adalah platform berbasis Cloud untuk membantu perusahaan, pemerintah dan lembaga yang terlibat dalam industri perikanan untuk mengelola, menganalisis dan melaporkan data secara real time dan mudah. Produk IFS Aruna sendiri terdiri dari 2 kategori yaitu :

  1. Aruna Traceability System yaitu aplikasi untuk memantau keterlacakan produk seafood mulai dari penangkapan sampai dengan  ke tangan konsumen. 
  2. Smart Fisheries Smart Fisheries adalah aplikasi untuk mengumpulkan dan menganalisis data perikanan yang peruntukkan bagi  pemerintah dan LSM yang merupakan proses pemantauan kegiatan perikanan di daerah tertentu secara digital.  Aplikasi ini dapat digunakan untuk mengumpulkan data di setiap lokasi pendaratan dan dapat menganalisis fitur data analitik pada aplikasi secara real-time.

Fiseheries E-Commerce adalah platform trading perikanan (B2B) yang menghubungkan pembeli yang membeli hasil laut dalam jumlah besar dan kelompok nelayan dari seluruh Indonesia.  Aruna mengembangkan aplikasi e-Commerce untuk memfasilitasi transaksi perikanan yang adil, terbuka dan transparan untuk masyarakat pesisir. Produk e-commerce Aruna adalah pasarlaut.com.  Melalui Pasarlaut.com produk perikanan diambil langsung dari mitra kelompok nelayan dari seluruh Indonesia dan pembeli dapat memesan produk perikanan apapun dalam jumlah besar dengan harga bersaing langsung dari nelayan.

Saat ini jumlah mitra kelompok nelayan Aruna sebanyak 1.701 kelompok yang tersebar di 15 propinsi dari seluruh wilayah Indonesia yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, NTT, NTB, Maluku Utara dan papua.

Beberapa pencapaian yang diraih oleh Aruna antara lain adalah 1st Winner
 V.01 Hackaton Merdeka, 1st Winner Klikstart Business Competition, Indigo Incubator, Indonesia Impact Accelerator, Finalis 
The Best Indonesian Startup dan Runner Up & 1st Winner Fishackaton Indonesia .

Selain itu Aruna sudah menjalankan kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk Program Nelayan Go Online, dengan menyelenggarakan roadshow guna mendigitalisasi kelompok nelayan di beberapa daerah di Indonesia.

Bisnis startup kelautan sendiri belum banyak dilirik oleh banyak pengembang. Padalah potensi ekonomi yang tinggi yang masih dapat dikembangkan di bidang maritime masih terbentang luas. Hal ini disebabkan belum seluruhnya masyarakat Indonesia sadar akan potensi tersebut.  Permasalahan ini haruslah segera disadari oleh kita semua, karena jika bukan masyarakat Indonesia yang menyadarinya maka lambat laun pengembang asing yang akan segera menangkap peluang bisnis ini dan akan ikut bertarung di kancah bisnis Indonesia.

Dengan kata lain sumber daya manusia Indonesia yang konsisten terus berpikir maju demi kesejahteraan bangsanya sangatlah dibutuhkan. Bukan saja berpikir untuk membangun bisnis dari kekayaan alam yang kita punyai tetapi juga bagaimana menjaga keberlangsungan semua potensi kelautan yang kita miliki. Keberhasilan  bisnis dan investasi anak negeri di bidang perikanan dan kelautan akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat pesisir dan tercapainya negara Maritim Indonesia yang merata dan mandiri.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

LOL LOL
0
LOL
Sedih Sedih
0
Sedih
Marah Marah
0
Marah
Senang Senang
0
Senang
Takut Takut
0
Takut
Terinspirasi Terinspirasi
0
Terinspirasi

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LIASTORY

Toddler

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF

Send this to a friend